22 Desember 2010

Posted: December 27, 2010 in My little two princesses

Pulang kantor hari itu (kebetulan aku sampai ke rumah pas waktu magrib), Sambil mengucapkan salam aku masuk ke rumah.

Tiba-tiba ada suara kecil menyambutku, SELAMAT HARI IBU, Umiiii……koor Yumna dan Caca sambil menyerahkan sesuatu kepadaku. “Ini untuk umi…” kata Caca dan Yumna sambil tersenyum, sebuah gambar wanita berjilbab yang sudah diwarnai dan gambar abstrak Caca (gak jelas gambar apa :) ). Aku terharu, kupeluk dan kucium mereka berdua.

Ternyata mereka sudah menungguku dari tadi. Hadiah yang mereka berikan juga hasil buatan tangan mereka sendiri, hasil mengerjakan di sekolah tadi.

Umi sayang kalian nak, sangat sayang :) . Ya Allah, berikanlah aku kesempatan untuk dapat memberikan yang terbaik untuk mereka dan dapat melihat mereka menggapai cita-cita mereka, amien….

Kompor atau Kopor ??

Posted: December 27, 2010 in My little two princesses

Aku punya kain Bali yang nyuamannn banget kalo dipake tidur. Selimutan pake kain itu rasanya tenaaannnggg bangettt (kaya aromaterapi gitu deh haha). Kain yang biasanya tergeletak dengan manisnya di tempat tidur itu tiba-tiba hilang gak tau kemana rimbanya. Aku panik, kemana tuh kain ya? Kok tiba-tiba hilang begitu saja. Aku sih nebaknya Caca yang ambil, pasti dibuat main boneka-bonekaan. Langsung aku tanyain :

Umi     : “Caca liat kain selimut yang biasa umi pake tidur gak ? “

Caca    : “Ada mi…” jawab caca santai.

Umi     : (mmm…nah kan pasti kerjaan Caca niii, tebak Umi) “di mana nak kainnya sekarang?”  Tanya Umi lagi.

Caca    : Ada tu di belakang kompor..” masih dengan santai.

Umi     : Haa…apa tu kain udah dibuat untuk ngelap-ngelap kompor yaa ?? pikirku dalam hati.

              “Tunjukin ke Umi yuk dimana kainnya.” Pintaku.

Caca langsung bangun dan aku mengikutinya dari belakang. Tiba-tiba dia masuk ke kamar. Loh? Emangnya di kamar ada kompor?  Tapi aku masih mengikutinya. Sampai di dalam kamar :

Caca    : “ Ini mi kainnya..” sambil menunjuk kain yang tergeletak pasrah di belakang kopor di kamarku.

Umi     : “Hahaha..” aku tertawa sendiri…”Ini kopor nak, bukan kompor…” ternyata Caca salah pengejaan. Jadi malu sendiri karena tadinya aku sudah berpikir yang tidak-tidak (takut kalau selimut aromaterapi ku itu dijadiin lap kompor hihihi..).. :)

Unforgetable Moment

Posted: December 27, 2010 in Me and My Family

Gak pernah kebayang sebelumnya kalo kami sekeluarga (aku, suamiku dan dua orang anakku) pulang dari Sigli ke Banda Aceh dengan mengendarai sepeda motor. Benar-benar diluar dugaan, diluar planning sebelumnya.

Waktu itu ada acara pernikahan adik di Sigli. Suamiku sudah duluan pulang ke Sigli dengan mengendarai sepeda motornya (harap maklum sodara-sodara, memang suamiku ini gak bisa mengendarai mobil), kalo disuruh belajar mobil alasannya adaa aja. Aku menyusul tiga hari kemudian dengan menggunakan mobil yang dikendarai oleh Aulia (adik suamiku-red).

Rencana waktu pulang ke Banda Aceh nanti sudah dipikirkan masak-masak. Si Motor bakal dibawa pulang temannya Aulia, dan kami sekeluarga bisa pulang naik mobil. Tapi, manusia hanya bisa berencana, tetap Allah yang menentukan. Temannya Aulia gak jadi pulang dan terpaksalah suamiku pulang dengan mengendarai motornya. Gak tega aku ngeliatnya (ehm ehm cuiit cuuiiit), aku menawarkan untuk ikut (dengan membawa anak-anak juga tentunya), sekalian jalan-jalan pikirku.

Alhamdulillah cuaca pun mendukung, Hari begitu cerah. Perjalananpun dimulai.

Seperti inilah kami kira-kira (foto hanya sekedar ilustrasi) ^^

Di sepanjang jalan anak-anak sangat senang, bahkan kami semua begitu menikmati perjalanan tersebut, hingga akhirnya kami tiba di Saree (pertengahan perjalanan dari Sigli menuju Banda Aceh). Di sini kami berhenti untuk beristirahat shalat, ngopi dan makan. Siapa yang bisa menduga ternyata petualangan tak terlupakan kami akan berawal dari sini.. the real adventure is begin….:)

Disaat kami semua tengah asyik menikmati santapan, tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Sangat deras sampai-sampai semua terlihat putih dan kabur. Bahkan, sampai kami semua selesai makan, mang ujan belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti ataupun reda. Wah gimana nih? Kami memutuskan untuk menunggu.

Selama menunggu, Yumna dan Caca kebelet pengen buang air kecil. Aku bawa mereka ke toilet, namun karena aroma toiletnya yang membuat bulu kuduk merinding, Caca ama Yumna gak mau buang air kecil di toilet itu. Terpaksa aku bawa mereka buang air kecil diluar, sambil basah-basahan kena hujan. Selesai buang air kecil aku minta mereka berdua balik duluan. Tetapi tiba-tiba, eiittss…caca kepleset, masuk ke becek, sebelah celananya basah. Aduh nak, kasian banget. Baju ganti gak ada, jadi basah-basahan. :(

Setengah jam, satu jam, satu setengah jam…. sampai tidak terasa sudah pukul setengah lima sore (berarti sudah sekitar 2,5 jam kami menunggu) dan hujan belum juga reda. Akhirnya kami memutuskan untuk pulang hujan-hujanan, dengan pertimbangan kalau kami menunggu hujan reda bisa jadi nantinya kami akan kemalaman di jalan. Kami tidak ingin hal itu terjadi, karena suamiku tidak dapat mengendarai motor di malam hari (penglihatan yang sangat terbatas – karena minus yang tinggi). Suasana seulawah di malam hari memang sangat gelap (untuk yang satu ini aku punya pengalaman lain lagi – ketika aku mengendarai motor di Seulawah pada malam hari) apalagi ditambah dengan hujan, gak bisa dibayangkan. 

Kami nekat, Caca aku gendong dan kututup kepalanya dengan topi jaket. Yumna ngotot duduk di depan, ya sudahlah ku izinkan. Sebelumnya Yumna malah sempat bilang ” Yuk mi, kita ujan-ujanan aja…”, katanya kesenangan. Hanya saja ini perjalanannya jauh nak, bukan sekedar keliling-keliling kota Banda Aceh. Tapi akhirnya keinginannya kesampaian juga (karena kondisi yang tidak memungkinkan). :(

Perjalanan berhujan ria dimulai, awalnya anak-anak tertawa-tawa riang, tetapi begitu rasa dingin mulai datang dan kami tak kunjung sampai, mereka mulai terdiam. Aku mulai panik, kaki Caca mulai dingin. Ku genggam kakinya untuk sedikit memberikan rasa hangat. Berkali-kali ku tanyakan kepada suamiku kondisi Yumna yang duduk di depan dan berkali-kali pula ku minta Yumna supaya mau pindah ke belakang, tapi dia menolak.

Caca tetap kupeluk, sambil terus menggenggam kakinya. Yang mengherankan Caca masih bisa tertidur lelap walaupun udara dingin menerpa (salut nak ^^). Yumna yang begitu aku khawatirkan, aku takut dia sakit. Aku melongok sedikit ke depan, ku panggil dia. “Yumna, pindah ke belakang yuk nak…”, dia melihatku dan dia memang sudah kelihatan putih pucat kedinginan, namun tetap tersenyum (sedikit menghilangkan rasa khawatir di hati ini).  Dia menolak lagi, sehingga aku hanya bisa terdiam sambil berdoa semoga kami semua akan baik-baik saja.

Seperti itu terus selama perjalanan kami, doa tak putus di dalam hatiku, agar kami dapat tiba ke rumah dengan kondisi sehat walafiat. Sampai ketika kami hampir sampai di kaki Seulawah, hujan pun mulai reda. Alhamdulillah aku panjatkan pada Mu ya Allah akhirnya kami tiba di rumah tepat ketika adzan Magrib menggema. Anak-anak langsung kumandikan dengan air hangat dan mengganti baju mereka dengan baju terhangat.

Umi dan Abi sayang kalian nak, InsyaAllah kami akan senantiasa memberikan yang terbaik untuk kalian… :)

My little hero…..

Posted: December 27, 2010 in My little two princesses

Suatu malam, rumahku dihebohkan dengan seekor tikus yang tiba-tiba saja (entah dari mana datangnya) nyelonong masuk. Aku yang memang agak phobia dengan jenis binatang yang satu itu langsung menyelamatkan diri dengan naik ke tempat tidur (dan gak berani turun-turun lagi sampe bisa dipastikan kalo si Mice nya udah benar-benar pergi). Yumna yang ngeliat kalo uminya udah ketakutan langsung menawarkan bantuan layaknya super hero sejati.

Yumna : “Udah jangan takut mi, Umi tunggu di sini aja ya biar una yang usir tikusnya”

 Umi : Cuma diam…gak bisa berkata-kata (terharu, anak sekecil itu sudah berani ama tikus..ups emang uminyaa hehe..) Maksudnya anak sekecil itu udah perhatian banget ama uminya. :)

 Yumna : “Tapi mi, tolong pegangin balon una ya biar gak diambil ama tikus…” sambil ngeloyor pergi.

 Umi : (sambil menahan tawa) “actually, you’re still my little baby.. My little hero” ucapku dalam hati. :)

Kak Roooosss…..

Posted: December 3, 2010 in My little two princesses

Yumna kecil (waktu itu kira-kira berumur 3 tahun) sukaaa banget nonton kartun Upin dan Ipin. Waktu itu Upin dan Ipin belum setenar sekarang. Waktu itu (kira-kira akhir tahun 2007) aku mendapatkan satu episode cerita kartun tersebut dari teman sekantorku Iponk (Hampir hampir sama ya dengan namanya Upin dan Ipin, atau jangan-jangan kakaknya hihihi -maafkan Ponk- :) ). Yumna gak bisa berhenti nonton, sukanya diulang ulang sampe dia hafal semua adegannya, bahkan yumna kecil hafal dialog-dialognya. Waktu itu cerita Upin Ipin nya masih yang versi belajar puasa, dan nontonnya pun masih di PC (belum ada CD nya seperti sekarang, kalo sekarang malah banyak buangeetttt).

Pada suatu hari (kaya ngedongeng jadinya ya hehe)….waktu itu lebaran dan kami sekeluarga bersilaturrahmi ke rumah teman ibuku. Kebetulan namanya Ros dan Ibuku memanggilnya ’Kak Ros’ (Kalo aku sih manggilnya tante). Disaat ngobrol ibuku sering banget menyebut-nyebut nama Kak Ros, misalnya “Jadi Kak Ros sakit apa kemarin?” dan lain-lain yang kesemuanya mengulang-ulang nama Kak Ros. Tiba-tiba pas semua lagi pada asik ngobrol, Yumna kecil nyeletuk “Kak Rooossss….dah boleh makan ke…” menirukan dialog di Upin Ipin, aku kaget. Semua pada tertawa. Duuuhhh…malunyaaa…..

Pernah suatu kali saking tidak sabarnya aku dengan putri kecilku Caca (3 tahun), aku mencubitnya (maafkan umi ya nakk….:(). Dia menangis dan bilang :

Caca : ” Umi kok cubit-cubit Caca, kan sakit mi” sambil menangis.

Umi  : ” Maafin umi nak, tapi Caca jangan bandel lagi yaa…” Jawab umi (dengan perasaan bersalah – bukan ka de er te lohh)

Caca : ” Iya, klo Caca yang cubit gak sakit mi, soalnya tangan Caca kecil, kalo umi kan tangannya besar…”

Hahaha….sama aja kali nak, yang penting keseriusan waktu mencubitnya….halah halah

Eric Clapton

Posted: November 22, 2010 in My little two princesses

Suatu malam aku bersama keluarga berkumpul sambil mendengarkan lagu Tears in Heaven nya Eric Clapton. Tiba-tiba Yumna putriku yang pertama (berumur 5 tahun) nyeletuk :

Yumna : ” Una tau itu lagu siapa, pasti D masiv kan? ” Sambil senyum-senyum sok tau.

Abi        : ” Nak, kita beda generasi, itu bukan dmasiv ” Jawab Abi.

Yumna : ” Jadi lagu siapa juga? ” Sambil nyoret-nyoret kertas.

Umi      : ” Itu lagunya Eric Clapton Nak” Umi ikut nimpalin.

Yumna : ” Oooo…..ya ya Erik Klepon” Yumna menjawab dengan santainya.

Jadi ngebayangin Eric Clapton makan kue Klepon hihihi…. :)

T.I.R.O.I.D

Posted: November 16, 2010 in Uncategorized

Sebelumnya everythin’ is allright, sampai pada suatu siang, di kantor..

Mataku yang tadinya baik-baik saja (walaupun minus 1.5 kiri dan kanan, namun masih bisa melihat dengan normal dengan bantuan kacamata) tiba-tiba tidak berfungsi sebagaimana biasanya. Aku merasa mataku berkunang-kunang, bahkan hampir gelap (seperti pitam). MasyaAllah…Apa gerangan yang terjadi? Hendak menangis, kutenangkan diriku sendiri. Pada saat itu diruangan kantorku tidak ada siapa-siapa, karena memang saat itu sedang istirahat siang. Aku sendiri tidak keluar makan hari itu karena membawa bekal makanan dari rumah. Setengah panik, ku telepon suamiku kuceritakan apa yang terjadi, dan ia menenangkan aku. Aku diminta menunggu beberapa saat sampai mataku menjadi normal kembali, namun jika hal tersebut tidak terjadi ia akan langsung menjemputku (hmhmm…my superhero ^^). Beberapa menit berlalu, hingga kira-kira setengah jam sudah dan mata ini mulai mendapatkan penglihatannya kembali,…syukur Alhamdulillah Ya Allah. Ku telepon kembali suamiku, dan kukatakan kalau mataku sudah mulai bisa melihat walaupun tidak seperti biasanya, karena setiap aku memaksakan melihat terasa pusing dikepalaku. Suamiku menganjurkan untuk ke dokter sore nanti.

Jadilah sore itu kami ke dokter spesialis syaraf yang memang sudah menjadi langgananku, maklum aku juga penderita migraine. Atas dasar migraine  inilah aku berfikir bahwa kejadian di kantor tadi ‘bisa jadi’ karena ada sesuatu yang ‘salah’ dengan kepalaku. Sekitar jam 5 sore aku sudah mulai mendaftar dan mengantri, namun hingga selesai magrib barulah tiba giliranku (maklum dokter ini memang dokter favorit, pasiennya selalu ramai).

Dokter bertanya apa masalahku kali ini, dan langsung kuceritakan apa yang menimpaku siang tadi di kantor. Dokter mengatakan kalau aku hanya stress. stress?? Benarkah? Aku diberi vitamin (yang katanya) berfungsi untukmenghilangkan rasa sakit dikepalaku, dengan cara disuntikkan ke lengan, dan masih ditambah dengan bermacam obat dan vitamin minum lainnya. Aku yang sebenarnya tidak begitu yakin dengan perkataan dokter tersebut mulai merasa bingung, ada apa sebenarnya dengan diriku. Lagi-lagi my luphly husband menenangkan, katanya “InsyaAllah semua’a akan baik-baik saja, kita lihat lagi perkembangannya besok.” Besok memang aku harus kembali lagi karena Dokter menganjurkan untuk melakukan cek kembali. Hmm..baiklah, aku akan mencoba dulu melihat perkembangannya.

Lewat sehari sudah, tapi tanda-tanda bahwa aku semakin membaik belum juga kelihatan. Mataku masih sama seperti kemarin, masih kurang jelas, malah sekarang ditambah dengan rasa pusing yang semakin menjadi-jadi. Sore itu aku kembali lagi ke Dokter, Kali ini dokter bertanya tentang perkembanganku. Masih sama seperti kemarin jawabku, bahkan sekarang ditambah rasa pusing yang menjadi-jadi. Seperti kemarin, hanya pemeriksaan-pemeriksaan general seperti cek tensi darah dan pengukuran suhu tubuh yang dilakukan. Dan (lagi-lagi) aku hanya disuntik serta dianjurkan melanjutkan obat-obat yang kemarin diberinya. Pulang, aku berfikir apakah sesederhana itu mendiagnosa penyakit seseorang? Apakah semudah itu?

Gamang…Hari ketiga sudah dan aku semakin lemah. Mata ini semakin sakit, malah sekarang warnanya MasyaAllah merahnya, ditambah lagi dengan tangan dan kaki yang mulai suka gemetaran (tremor).. Cobaan apalagi dari-Mu ya Rabb..tapi aku harus kuat. Hari itu juga aku kembali ke dokter yang sama dan demi melihat kondisiku dia langsung mengkonsulkan aku ke dokter spesialis mata. Tidak lama menunggu aku sudah dipanggil masuk ke ruang dokter mata tersebut. Aku menjalani serangkaian tes mata, dan ternyata hasilnya minus mataku bertambah begitu tinggi hanya dalam waktu 2 bulan saja (ya.. karena 2 bulan yang lalu aku baru saja mengganti ukuran lensa kacamataku ini). Ukuran mataku bertambah dari minus 1,5 menjadi minus 3 ditambah silindris ¾ hanya dalam jangka waktu 2 bulan saja. Pantas saja kacamata ini terasa begitu tidak nyaman. Yang lebih mengejutkan lagi adalah begitu sang dokter mengatakan kalau pupil mataku yang sebelah kanan sedikit lebih besar ukurannya dari yang kiri, wah ada apalagi ini? Ternyata Dokter curiga kalau aku mengalami gangguan fungsi Tiroid (Terus terang aku baru mendengar istilah ini). Dokter menganjurkan cek darah dan mengatakan ia curiga bahwa peningkatan minus dimataku yang begitu cepat ini dikarenakan kelainan kelenjar tiroid. Selain itu, tanda-tanda gemetaran dan jantung yang sering berdebar kencang semakin memperkuat dugaan sang Dokter.

Pagi keesokan harinya, aku melakukan tes darah. Setengah tidak sabar untuk mengetahui hasil apa yang kuperoleh nanti aku langsung datang ke lab pemeriksaan sore harinya untuk mengambil hasil. Tapi ternyata aku harus bersabar hingga 3 hari, karena untuk pemeriksaan T3, T4 dan TsHs (semua komponen pemeriksaan laboratorium untuk tiroid) belum ada di kotaku –Banda Aceh-. Sampel darahku harus dikirim ke Medan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hmm.. 3 hari yang mendebarkan buatku.

Selama hari-hari penantianku, ku coba browsing sana sini tentang apa tiroid itu sebenarnya. Cukup banyak penjelasan yang ku dapatkan, salah satu point penting yang terus melekat di fikiranku adalah bahwa tiroid bukanlah sekedar bengkak pada leher seperti penyakit gondok pada umumnya. kelenjar Tiroid itu sendiri adalah kelenjar yang berfungsi untuk menghasilkan hormon tiroid (T3 dan T4) yang berfungsi untuk mengawal metabolisme (pengeluaran tenaga) manusia. Setelah membaca satupersatu tanda-tanda atau gejala yang dialami oleh penderita penyakit ini, ada beberapa tanda yang selama ini sering aku alami tetapi aku tidak menyadari kalau itu adalah tanda-tanda dari penyakit tiroid itu sendiri, seperti diare, jantung berdebar-debar, gemetar (tremor) dan gelisah, mata menjadi besar (bulging), angin yang tidak menentu, keringat bertambah, suhu badan naik, tidak tahan panas, rambut rontok, sukar bernafas (sebelumnya untuk yang satu ini aku bahkan pernah sampai harus diopname karena tiba-tiba mengalami sesak nafas, dan waktu itu dokter mengatakan kalau aku alergi), sukar tidur, turun berat badan (aku kehilangan berat badan sampai hampir 10 kilo), dan lemah. Itu semua yang kurasakan, banyak memang. Semakin kuat dugaan bahwa kemungkinan besar aku memang mengidap tiroid. Tapi sebelum hasil berada ditanganku, semua belum bisa dipastikan.

Tiba juga hari pengambilan hasil pemeriksaan labku. Sekitar jam 10 pagi aku bergegas ke laboratorium dan tak lama kemudian hasil sudah berada ditanganku. Setengah bingung melihat apa maksud dari angka-angka yang tertera di atas kertas, yang ku pahami hanyalah bahwa semua angka hasil uji labku berada di luar batas normal, semuanya tinggi, dan berarti memang ada sesuatu yang salah dengan fungsi kelenjar tiroidku. Resepsionis di laboratorium juga tidak dapat menjelaskan secara detail, dan dia menyarankan aku untuk berkonsultasi lagi ke dokter. 

Kembali lagi ke dokter sore itu juga. Dokter menjelaskan bahwa aku positif mengidap tiroid, dan dokter menyarankan aku untuk berkonsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam. Tetapi karena hari itu hari sabtu maka tidak banyak dokter yang membuka praktek, terlebih untuk dokter yang aku butuhkan. Setelah mencari di beberapa praktek dokter akhirnya aku menyerah, tidak ada satu praktek dokterpun yang buka. Akhirnya aku memutuskan untuk pulang saja.

Sampai di rumah aku bertemu dengan sepupuku, dia bertanya sakit apa aku sebenarnya. Begitu mendengar aku mengidap tiroid dia langsung panik, aku yang sebelumnya biasa-biasa saja jadi ikut-ikutan panik setelah mendengar cerita dari sepupuku itu. Dia bercerita bahwa ada temannya yang juga menderita tiroid dan terlambat mendapatkan penanganan dari dokter. Awal mula memeriksakan diri ke dokter, temannya dinyatakan hanya keracunan ikan. Memang pada saat itu matanya sudah mulai membesar, tetapi yang aku herankan kenapa dokter tidak bisa membedakan antara keracunan ikan dan pembesaran pupil mata akibat tiroid, apakah memang tanda-tandanya sama? Atau….entahlah. Yang pasti sang dokter salah mendiagnosa. Dia baru tahu kalau dia sebenarnya menderita tiroid akut setelah mendapatkan penanganan dari dokter ahli di Penang. Bayangkan saja, berat badannya turun drastis, mata membesar (sudah seperti ikan mas koki-naudzubillahi min dzallik), cepat sekali lelah bahkan terakhir dia tidak bisa lagi beraktivitas (hanya terbaring di rumah). Masya Allah pikirku, sedemikian parahnya ternyata tiroid itu. Sempat waktu itu aku ngotot tidak mau diperiksa dengan dokter-dokter disini. Untuk apa jika nantinya aku hanya dijadikan sebagai kelinci percobaan. Tetapi akhirnya setelah berfikir dan mendapatkan masukan dari suami dan orang tuaku aku putuskan untuk menjalani pengobatan disini dahulu, toh aku memiliki kasus yang berbeda dengan teman sepupuku itu, aku tidak terlambat mendapatkan penanganan dari dokter, Semoga!

Senin sore, aku pergi ke praktek dokter penyakit dalam. Aku menyerahkan hasil uji lab ke dokter tersebut dan dokter sekali lagi memastikan bahwa aku memang mengidap penyakit tersebut. Dokter melakukan serangkaian tes, dan bahkan aku sempat dikonsulkan ke dokter spesialis jantung untuk melakukan tes EKG. hasilnya menunjukkan bahwa detak jantungku berada diatas normal.

Akhirnya Dokter menyarankan agar aku di rawat inap saja. Jika di rawat inap aku akan di periksa secara rutin setiap hari (EKG, tensi darah dan suhu tubuh) – tetapi tidak di infus-, begitu kira-kira kata sang Dokter. Aku berfikir kalau hanya untuk pemeriksaan seperti itu sepertinya aku tidak perlu sampai di rawat inap, lebih baik jika aku beristirahat di rumah saja. Setelah berargumen dengan sang Dokter akhirnya sang dokter menyerah dan ia menyarankan agar aku terus menkonsumsi obat propiltiourasil atau lebih dikenal dengan PTU -dipercaya sebagai obat yang ampuh untuk mengatasi hypertiroid- dan beristirahat. Aku harus terus mengkonsumsi obat tersebut sampai 6 bulan dan selanjutnya melakukan cek darah kembali. Hypertiroid ini tidak serta merta sembuh, penyakit ini membutuhkan proses yang lebih lama (minimal 6 bulan) baru bisa melakukan cek darah kembali (begitu penjelasan dokter). Dan akhirnya aku terus mengkonsumsi obat tersebut sampai enam bulan ke depan.

Lewat 6 bulan sudah dan aku kembali memeriksakan diriku ke dokter. Dokter menyarankan cek darah lagi dan hasilnya uji lab untuk T3 dan T4 ku sudah kembali normal. Alhamdulillah ya Allah, puji syukurku kepadaMu ya Rabb ku….. Aku dinyatakan sembuh dan baru-baru ini aku kembali memeriksakan mataku ke dokter dan hasilnya minus ku kembali turun menjadi minus dua, dan silindrisnya hilang total. 

Just believing in your self, percaya bahwa Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita and thanks to my lovely husband, family and friends who always beside me. Kurasa aku tak akan sekuat ini tanpa kalian semua yang mensupport diriku. :)

Semoga Allah senantiasa memberikan nikmat kesehatan untuk kita semua, Caiyo friends..! :)

Great, I’m starting to write

Posted: November 12, 2010 in Uncategorized

Pengeeeen banget nulis lagi, secara udah lama mandul ups …tidak menghasilkan tulisan-tulisan maksudnyah…:)

Jadi mulai hari ini harus ada tekad yang bulat untuk mengisi blog ini dengan beragam kisah. Kalo buat blognya sih udah luamaaaa banget (thanks to ipo u hal yang satu ini ^^) cuma sayang kosong melompong.  Maklumlah orang super sibuk sih (yang baca dilarang protes…:D)

Hari ini di kantor lagi pada semangat nge-blog, jadilah saya juga ikut terpengaruh (untuk meramaikan hihi)….

Ya, mudah-mudahan bisa terus menghasilkan postingan-postingan yang lebih baik, Just kepz the spirit. :)

Hello world!

Posted: July 2, 2010 in Uncategorized

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!